Kopi Unggulan Para Penikmat Kopi Nusantara

Kopi Unggulan Para Penikmat Kopi Nusantara
Kopi Unggulan Para Penikmat Kopi Nusantara
Jakarta - Berbicara masalah kopi, provinsi yang memiliki julukan ''Bumi Rafflesia'' ini juga memiliki kopi unggulan yang patut untuk dinikmati para penikmati kopi nusantara. 

Sebab, kopi unggulan Bengkulu ini, telah menembus pangsa pasar nasional bahkan hingga internasional, yang diolah di Kelurahan Pagar Dewa Kecamatan Selebar Kota Bengkulu, Provinsi Bengkulu.

Kopi unggulan Bengkulu itu, Fine Robusta 'Ikolah'. Kopi ini diolah secara langsung dari tangan profesional. Dalam pengelolaan kopi tersebut, mereka menggunakan tiga metode atau proses. 

Sebelum menghasilkan kopi fine robusta yang sempurna unggulan Bengkulu. Pengelola kopi memiliki kategori tersendiri. Kategori itu, biji petik merah. Dimana, hasil panen dari tangan petani yang dibeli terlebih dahulu disadur atau dipilah-pilih antara merah dan hijau. 

Dalam penyaduran ini, hanya mengambil buah petik merah. Setelah menjalani proses pemisahan, maka tahapan selanjutnya memasuki proses yang dinamakan full wash atau proses basah. Pada tahapan ini, biji-biji petik merah kopi direndam dalam suatu wadah atau bak. 

Hal tersebut untuk mengambil biji petik merah yang terendam. Sementara, yang mengapung dipisahkan. Usai proses tersebut, biji petik merah kopi dicuci berulang kali hingga lendir pada buah biji kopi menghilang. 

Kemudian, dilanjutkan dengan tahapan perendaman buah biji merah selama 24 jam. Setelah direndam selama sekira 24 jam, biji petik merah kembali dicuci secara berulang. Dari sana, biji petik merah dijemur didalam balai dump yang tidak terkena secara langsung sinar matahari.

Proses selanjutnya, honey process. Dimana dalam proses ini biji kopi yang masih menyimpan lendir kembali dijemur hingga kelembaban 12 persen. Tahapan terakhir, disebut dengan Natural. Dimana, dalam tahapan ini biji petik merah langsung dijemur hingga kering didalam balai dump. 

Usai menjalani proses tersebut, biji kopi ditumbuk mengguna mesin kopi hingga menjadi bubuk. Kepada Okezone, Ketua Asosiasi Kopi Bengkulu, Heri Supandi mengatakan, kopi fine robusta Bengkulu merupakan salah satu andalan Bengkulu.

Dimana, kata dia, khusus di Bengkulu fine robusta baru dikelola oleh dirinya bersama rekannya, Fauzi. Fine robusta itu, ''Ikola''. Heri menjelaskan, yang membedakan kopi fine robusta dengan kopi tradisional terdapat dalam proses pengelolaan, yang mana jika kopi tradisional dikelola petani dengan cara biji kopi dijemur dilantai dengan beralaskan terpal atau sejenisnya. Sehingga, dinilai tidak higenis.


Selain itu, kata dia, tidak adanya proses, full wash, honey process serta natural proses. ''Fine Robusta, menjadi unggulan Bengkulu,'' kata Heri, saat ditemui, Kamis (24/8/2017). Metode full wash, kata Heri, sangat cocok untuk penikmati kopi serius. Dimana, terang Heri, citra rasa kopi adanya rasa asam yang tinggi, aroma kopi lebih harum serta rasa manis mirip dengan gula aren. 

Sementara untuk honey process, jelas Heri, sangat cocok untuk penikmati kopi formula. Meskipun demikian, aroma kopi tetap harum, rasa manis seperti gula aren, yang membedakan dengan full wash hanya kadar keasaman kopi. 

''yang membedakan, kopi proses full wash dengan honey process, hanya kadar asam. Sebab, full wash saat disajikan tidak menggunakan gula,'' jelas Heri. Heri menyampaikan, kopi fine robusta lebih mahal dari pada kopi tradisonal. Bahkan, kata dia, perbandingan harganya mencapai dua kali lipat. 

Untuk 100 gram kopi tradisonal dijual dipasaran seharga Rp8 ribu. Sementara, kopi fine robusta dijual seharga Rp25 ribu. ''Dilihat dari harganya, berbeda dua kali lipat. Kalau per kilonya fine robusta seharga Rp150 ribu, sementara kopi tradisional atau yang dikelola petani sekira Rp60 ribu,'' sampai bapak satu anak ini. 

Heri mengaku, biji kopi yang ia oleh bersama rekannya, Fauzi, diambil secara langsung dari tangan petani disejumlah kabupaten di Bengkulu. Seperti, Kabupaten Kaur, Rejang Lebong, Kepahiang dan Kabupaten Bengkulu Utara. ''Biji kopi kita ambil langsung dari tangan petani. 

Dari tangan petani langsung kita olah menjadi kopi fine robusta,'' ujar pria yang akrab disapa Hercu ini. Hercu mengaku, jika produk kopi fine robusta 'ikola' sudah menembus pangsa pasar nasional dan internasional. Dimana, kata Hercu, para penikmat kopi memesan secara langsung. 

Kopi 'Ikola' itu, kata Hercu, dipesan dari penikmat kopi dari di pulau Jawa, Kalimantan, bali dan Sumatera. Bahkan, aku Hercu, kopi sempat dikirim ke penikmat kopi dari negara Moskow, Rusia. ''Sudah menempuh pangsa pasar nasional dan internasinal. Penikmat kopi memesan secara langsung dengan kita,'' imbuh Hercu. 

''Berkunjung ke Bengkulu, belum lengkap jika belum merasakan kopi fine robusta unggulan Bengkulu,'' pungkas Heri.



-  OKEZONE  -
Sign out
Baca Juga ×
Diberdayakan oleh Blogger.