Jaksa: Aset-aset Andi Narogong Dibeli Saat Proyek e-KTP Bergulir

Jaksa: Aset-aset Andi Narogong Dibeli Saat Proyek e-KTP Bergulir
Jakarta - Jaksa pada KPK yakin dapat membuktikan Andi Narogong terkait dan menerima kucuran dana e-KTP. Selama ini Andi selalu membantah dan menyebut justru merugi di proyek e-KTP. 

"Kita kalau soal fakta perbuatan sudahlah, ya. Kita mulai membuktikan dari fakta bahwa Andi yang menyampaikan di sidang sebelumnya tidak mendapatkan apa-apa. Dia merugi, hanya ngasih, nggak terima, itu dua kali sidang saja, itu sudah terbantahkan," kata jaksa Irene Putri seusai sidang di Pengadilan Tipikor, Jl Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Senin (28/8/2017) malam. 

Jaksa Irene menjelaskan, pada persidangan sebelumnya, Andi Narogong menerima uang dari Biomorf. Uang ditransfer melalui rekening pengusaha PT Medisis Solutions, Muda Ikhsan Harahap, di Singapura. 

"Ternyata minggu lalu dia terima dari Biomorf dari Muda Ikhsan kalau hari ini itu juga banyak USD yang dicairkan istrinya maupun sama Meliyana. Meliyana merupakan ipar dari istri pertama, ini Inayah," ujar jaksa Irene. 

"Dua hari ini sudah membuktikan ada jutaan USD yang kita sudah tahu dia dapat. Kita duga dari proyek e-KTP karena tempusnya itu di 2011-2012-2013. Aset-aset yang kami tanyakan itu, itu aset-aset yang perolehannya ada di tempusnya KTP elektronik," jelasnya. 

Meski begitu, jaksa masih belum akan memutuskan apakah akan menjerat Andi Narogong dengan pencucian uang atau tidak. "Dengan kerugian Rp 2,3 T ini kami punya kewajiban untuk melakukan asset recovery," ujar jaksa. 

Sebelumnya, dalam persidangan majelis hakim mengkonfirmasi aset-aset yang dimiliki Andi Agustinus alias Andi Narogong kepada istrinya, Inayah. Inayah membenarkan, mulai aset tanah, bangunan, hingga kendaraan. 

"Waktu di penyidikan Saudara ditanya sejumlah aset Andi Narogong dan semua Anda benarkan. Ada misalnya 1 unit mobil Range Rover Sport warna hitam tahun 2015, 1 unit Toyota Alphard B-30, terus 1 deret rangkaian aset ini dari nomor 1 sampai 18 mulai dari aset tanah dan bangunan di Tebet Timur dan seterusnya," tutur hakim John Halasan, Senin (28/8).  "Memang benar, punya," jawab Inayah.


-  DETIK  -
Sign out
Baca Juga ×
Diberdayakan oleh Blogger.